Menggugat Nasionalisme Indonesia, GMNI Medan Tegaskan Perlawanan Ideologis di Puncak Dies Natalis ke-72

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan // mabestv.com – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Medan menegaskan sikap politik ideologisnya dengan lantang dalam Malam Puncak Dies Natalis ke-72 melalui gelaran Tausyiah Kebangsaan bertema “Menggugat Nasionalisme Indonesia di Tengah Hegemoni Kapitalisme Global.” (15/04)

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DPC GMNI Medan ini dikemas dengan konsep lesehan yang sederhana namun sarat makna. Suasana egaliter tanpa sekat menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi struktur sosial yang timpang, sekaligus menegaskan kedekatan organisasi dengan denyut kehidupan rakyat.

Momentum ini tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan forum konsolidasi ideologis. GMNI Medan secara tegas memposisikan nasionalisme bukan sebagai wacana kosong, tetapi sebagai alat perjuangan untuk membebaskan rakyat dari jerat ketergantungan global dan ketidakadilan struktural yang kian menguat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Wali Kota Medan, jajaran alumni GMNI, elemen masyarakat, serta organisasi Cipayung Plus Kota Medan. Kehadiran lintas elemen ini memperlihatkan bahwa perjuangan nasionalisme tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi luas dalam menghadapi tekanan global yang semakin kompleks.

Ketua DPC GMNI Medan, Julpadli Simamora, dalam sambutannya menegaskan bahwa nasionalisme Indonesia saat ini tengah berada di titik kritis.

“Nasionalisme Indonesia hari ini sedang diuji, Bung dan Sarinah. Ia tidak boleh tunduk pada logika pasar. Nasionalisme harus menjadi alat perjuangan yang berpihak pada rakyat, melawan penindasan, dan menegakkan kedaulatan di segala bidang kehidupan,” tegasnya.

Baca Juga:  Jembatan Merah Putih Presisi Diresmikan, Bukti Nyata Kepedulian Polres Kukar untuk Akses dan Ekonomi Warga

Diskursus dalam tausyiah kebangsaan tersebut juga menyoroti bagaimana imperialisme modern bekerja secara halus melalui instrumen ekonomi-politik global. Para narasumber dari kalangan legislatif dan praktisi menekankan pentingnya sintesis antara nilai religius dan Marhaenisme sebagai fondasi perjuangan kebangsaan yang otentik dan relevan di tengah arus globalisasi.

Tidak berhenti pada ruang intelektual, GMNI Medan juga menghadirkan ekspresi kultural sebagai bagian dari perlawanan. Musikalisasi puisi yang dibawakan kader menjadi suara kegelisahan rakyat atas ketimpangan sosial, sementara penampilan Band Filsafatian menguatkan kritik sosial melalui medium musik.

Kombinasi antara diskursus ideologis dan ekspresi seni ini menegaskan bahwa perjuangan tidak hanya berlangsung di ruang forum, tetapi juga hidup dalam kebudayaan sebagai alat propaganda dan penyadaran massa.

Dengan konsep yang membumi dan penuh semangat kolektivitas, kegiatan ini mencerminkan watak GMNI sebagai organisasi kader ideologis yang tidak hanya berpikir, tetapi juga bergerak bersama rakyat.

Melalui Dies Natalis ke-72 ini, DPC GMNI Medan menegaskan komitmennya untuk tetap berada di garis depan perjuangan nasional, menjaga marwah nasionalisme Indonesia dari kooptasi kapitalisme global, serta memastikan cita-cita kemerdekaan benar-benar terwujud dalam keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara
Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan
F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan
Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.
Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”
1.000 Lilin untuk Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Desak Kebenaran dan Keadilan Tak Boleh Terhenti
Diduga Kebal Hukum, Toko Berkedok Warung di KB 200 Kalideres Disorot: Obat Keras Diduga Dijual Bebas Tanpa Resep
Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa Mengemuka, Keluarga Desak Polda Sumut Buka Fakta dan Autopsi Ulang
Berita ini 43 kali dibaca
GMNI Medan menjadikan momentum Dies Natalis ke-72 bukan sekadar perayaan, melainkan panggung perlawanan ideologis. Di tengah gempuran kapitalisme global, organisasi ini menegaskan bahwa nasionalisme harus kembali ke akarnya: berpihak pada rakyat, melawan ketidakadilan, dan menjaga kedaulatan bangsa tanpa kompromi.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:56 WIB

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:30 WIB

F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”

Berita Terbaru