Gunungsitoli // mabestv.com — Semangat kemerdekaan tidak berhenti pada pengibaran bendera. Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia di Kota Gunungsitoli menjadi ruang untuk mengapresiasi dedikasi generasi muda sekaligus menyampaikan capaian pembangunan yang telah diraih pemerintah daerah. (19/08)
Hal itu disampaikan Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., saat menghadiri acara Ramah Tamah dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Selasa (18/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota memberikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian peringatan kemerdekaan, mulai dari panitia pelaksana, TNI, Polri, pembina dan pelatih, orang tua, hingga para anggota Paskibraka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara khusus, apresiasi disampaikan kepada 35 anggota Paskibraka Kota Gunungsitoli Tahun 2026 yang dinilai telah menjalankan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan dedikasi selama rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Dedikasi dan kedisiplinan yang ditunjukkan para Paskibraka merupakan cerminan semangat generasi muda dalam mengisi kemerdekaan,” menjadi pesan penting dalam momentum ramah tamah tersebut.
Capaian Pembangunan Jadi Catatan Penting
Tidak hanya berbicara tentang seremoni kemerdekaan, Wali Kota juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Gunungsitoli. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hasil kerja pemerintah semata, melainkan buah kolaborasi, sinergi, dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.
Sejumlah capaian yang disampaikan antara lain opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama delapan tahun berturut-turut, predikat SAKIP B, serta capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,54 persen.
Di sektor infrastruktur, persentase jalan mantap disebut telah mencapai 73,73 persen. Sementara itu, Kota Gunungsitoli juga berhasil mempertahankan predikat Daerah Inovatif selama enam tahun berturut-turut serta meraih Juara Umum HKG PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, inovasi, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.
Pendidikan Didorong Semakin Digital
Pada sektor pendidikan, Pemerintah Kota Gunungsitoli terus mendorong transformasi pelayanan melalui penerapan SPMB Online pada jenjang SD dan SMP.
Komitmen terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik juga diwujudkan melalui keberlanjutan program One Teacher One Laptop. Setelah sebelumnya menyalurkan 250 unit laptop kepada guru, program tersebut kembali dilanjutkan dengan penyaluran 250 unit laptop pada 2026.
Selain fasilitas pendidikan, Pemko Gunungsitoli juga mencatat telah memberikan bantuan beasiswa kepada 200 mahasiswa hingga tahun 2026.
Program-program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia ditempatkan sebagai salah satu fondasi penting dalam mendorong kemajuan Kota Gunungsitoli.
Efisiensi Anggaran Harus Tetap Berorientasi pada Rakyat
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Wali Kota mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tidak sekadar menjalankan program, tetapi mampu menetapkan skala prioritas secara cermat.
Setiap anggaran dan kegiatan, menurutnya, harus diarahkan pada program yang benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut menjadi penting karena tantangan pembangunan daerah ke depan bukan hanya soal seberapa banyak program yang dilaksanakan, tetapi seberapa besar manfaat program tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.
Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, kebersamaan, serta semangat gotong royong sebagai modal utama dalam membangun Kota Gunungsitoli yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Acara ramah tamah tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Ketua dan Anggota DPRD Kota Gunungsitoli, Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, para kepala perangkat daerah beserta jajaran, tokoh masyarakat, serta orang tua anggota Paskibraka.
Momentum HUT ke-81 RI akhirnya tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi refleksi bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, pelayanan publik yang semakin baik, pembangunan yang terukur, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Penulis : Avril
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Pemko Kota Gunungsitoli














