Gunungsitoli // mabestv.com — Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya. (29/08/2026)
Berdasarkan kepentingan umum khususnya untuk masyarakat desa afia dan masyarakat desa sekitarnya selaku penerima manfaat di kecamatan Gunungsitoli Utara, pemerintah kota Gunungsitoli mengalokasikan anggaran sebesar 8,6 Miliar yang bersumber dari bantuan keuangan provinsi Sumatera Utara (BKP) khususnya pada pembangunan irigasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adanya pusat perhatian pemerintah kota Gunungsitoli dalam upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta menjamin kelancaran distribusi air bagi para petani sawah.
Pemerintah Kota Gunungsitoli mempercayakan program pekerjaan ini ke pihak PUTR kota Gunungsitoli khususnya untuk melaksanakan pembangunan jaringan irigasi di Desa Afia Kecamatan Gunungsitoli Utara.
Dimana pada Pembangunan/Rehabilitasi irigasi merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk memperkuat infrastruktur pertanian yang berfungsi mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air, sehingga kebutuhan air bagi lahan pertanian dapat terpenuhi secara lebih efektif dan berkelanjutan, ungkap Desman Lase selaku pengawas lapangan.Jumat (29/08/2026).
Peninjauan lapangan, pembangunan irigasi dimulai pada akhir bulan Juli dan pekerjaan berakhir bulan Desember 2026. Nilai kontrak pekerjaan sebesar 8.624.566.000, Pelaksana kegiatan dari CV. Permata Jennita Reformasi Zega dan diketahui juga bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ir. Wija Delvianto Zega, S.T.,M.Si.
Pemerintah kota Gunungsitoli melalui dinas PUTR mengajak pihak pelaksana kegiatan agar benar-benar bekerja sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB) demi keutuhan kualitas pekerjaan yang berguna untuk kepentingan umum.
Irigasi yang diprogramkan oleh pihak dari bidang PSDA PUTR kota Gunungsitoli alirannya mencakup tiga desa , yaitu desa lasara sowu, desa tetehosi afia, serta desa gawu-gawu bouso kecamatan Gunungsitoli Utara.
Sasarannya irigasi tersebut untuk aliran air di persawahan pertanian dalam bentuk untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian para masyarakat petani selaku pemanfaat bangunan irigasi.
Sebelumnya pada awal kegiatan, ada kendala dari beberapa masyarakat yang mencoba menghalangi bangunan pemerintah, sehingga kesalahpahaman tersebut bisa diselesaikan melalui pihak kontraktor, hingga pekerjaan pembangunan Jaringan Irigasi di desa Afia berjalan dengan baik.
Kemajuan Pembangunan/Rehabilitasi irigasi di desa afia dan sekitarnya di kecamatan Gunungsitoli Utara progresnya kurang lebih 20%.
Pihak kontraktor juga menyampaikan kepada awak media, pengajuan uang muka sedang terproses, kedepannya kita akan memburu pekerjaan ini agar cepat selesai.
Apresiasi dari warga mengalir, Ama Andi Ziliwu mengatakan Pembangunan Jaringan Irigasi di Afia yang besumber dana BKP digelontorkan melalui APBD Pemerintah Kota Gunungsitoli, sangat disyukuri masyarakat dengan tersedianya jaringan irigasi yang lebih baik, diharapkan distribusi air ke lahan pertanian sawah masyarakat menjadi lebih lancar, mengurangi potensi kehilangan air, serta meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” ungkap Ama Andi.
Selain itu, pembangunan ini juga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan para petani sawah diwilayah Desa tersebut. Masyarakat mengucapkan terimakasih kepada Pemko Gunungsitoli, Dinas PUTR Kota Gunungsitoli dan pihak Kontraktor beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan. Sinergi Pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Melalui pembangunan jaringan irigasi di Afia Kecamatan Gunungsitoli, diharapkan pengelolaan jaringan irigasi dapat semakin optimal sehingga mampu mendukung peningkatan hasil pertanian serta mewujudkan pertanian diwilayah Desa Lasara Sowu, Desa Tetehosi Afia dan Desa Gawu-Gawu Bouso yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
“Setiap pembangunan Pemerintah tentunya punya tantangan tersendiri baik itu dari protes warga yang berpikiran berbeda, hal tersebut sudah biasa terjadi, namun bukan suatu halangan untuk melanjutkan perencanaan pembangunan untuk kepentingan hajat hidup orang banyak,” kata Ama Andi.
Pembangunan ini awalnya memang ada salah seorang oknum warga yang mencoba memprotes dengan alasannya pengalian parit berdampak pada keselamatan bangunan rumahnya bisa longsor. Tetapi setelah dilakukan pendekatan secara persuasif oleh pihak terkait diberikan pemahaman, pekerjaan bisa dilanjutkan dilokasi tersebut, pada intinya pembangunan jaringan irigasi di Afia sangat didukung oleh masyarakat setempat,” akhir katanya.
Penulis : Avril
Editor : Redaksi














