Tarutung // mabestv.com — Gelombang protes mahasiswa mengguncang lingkungan kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAKN Tarutung menggelar aksi demonstrasi menuntut kejelasan terkait Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) yang hingga kini tak kunjung terealisasi, Senin (23/02/2026).
Aksi yang berlangsung tertib namun penuh semangat itu diikuti puluhan mahasiswa penerima beasiswa yang merasa dirugikan akibat minimnya informasi serta ketidakpastian pencairan dana bantuan pendidikan tersebut.
Di bawah komando Ketua BEM IAKN Tarutung, Yosef Aprian Simanjuntak, massa menyuarakan kekecewaan terhadap pihak kampus yang dinilai tidak transparan dan lamban dalam menangani persoalan beasiswa yang sangat dibutuhkan mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami meminta transparansi, bukan hanya janji tanpa bukti. Bagaimana mungkin beasiswa pendidikan prestasi akademik yang sudah dinyatakan lulus malah diblokir,” tegas Yosef dalam orasinya.
Menurut mahasiswa, beasiswa PPA merupakan bentuk penghargaan bagi mahasiswa berprestasi yang seharusnya disalurkan tepat waktu dan melalui mekanisme yang jelas. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan keterlambatan, proses verifikasi, maupun kepastian pencairan dana tersebut.
Situasi ini memicu keresahan di kalangan mahasiswa, terutama mereka yang sangat bergantung pada bantuan pendidikan untuk menunjang biaya kuliah dan kebutuhan akademik lainnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak pihak rektorat agar segera membuka ruang dialog, menyampaikan klarifikasi secara terbuka, serta menjelaskan alur penyaluran beasiswa secara transparan kepada seluruh penerima.
Selain itu, mahasiswa juga meminta pihak yang bertanggung jawab atas tersendatnya pencairan beasiswa untuk memberikan pertanggungjawaban moral maupun administratif.
Aksi ditutup dengan penyerahan tuntutan resmi kepada pihak kampus. BEM IAKN Tarutung menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan nyata dan solusi konkret.
Ketika hak mahasiswa dipertanyakan, suara kampus pun menggema. Transparansi bukan pilihan, melainkan kewajiban.
Penulis : Tim/red














