Dugaan Pemalsuan Data 3 PPPK di SMA Negeri 5 Batam, Ormas Siap Laporkan ke Polda Kepri

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 04:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam // mabestv.com 01 mei 2026, Dugaan praktik kecurangan dalam proses penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke SMA Negeri 5 Batam, terkait dugaan pemalsuan data terhadap tiga orang pegawai PPPK yang rencananya akan segera dilaporkan ke Polda Kepulauan Riau. 30/05/2026

Informasi tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Ormas Bidik Kepri, M. Sandi, yang menegaskan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan bukti dan keterangan saksi sebelum melayangkan laporan resmi ke aparat penegak hukum.

“Untuk mendapatkan kebenaran dari sebuah dugaan, itu menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Kami sebagai kontrol sosial masyarakat hanya menjalankan fungsi pelaporan,” ujar M. Sandi kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, indikasi pemalsuan data dalam seleksi PPPK bukan perkara sepele. Jika terbukti, tindakan tersebut tidak hanya mencederai prinsip keadilan dalam rekrutmen aparatur negara, tetapi juga berpotensi merampas hak individu lain yang lebih layak dan memenuhi syarat.

Lebih jauh, M. Sandi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi adanya sejumlah pihak yang siap menjadi saksi atas dugaan tersebut. Hal ini memperkuat langkah Ormas Bidik Kepri untuk segera membawa kasus ini ke ranah hukum.

Baca Juga:  Kajari Nisel Diduga “Diam”: Aduan Dana Dacil dan BOS Mengendap, Masyarakat Siap Bawa ke Komisi III DPR RI

“Dengan adanya saksi yang siap memberikan keterangan, tentu ini menjadi dasar penting bagi kami untuk melaporkan dugaan ini agar bisa diusut secara tuntas,” tegasnya.

Ia juga menyinggung bahwa sebelumnya pihaknya pernah melaporkan kasus serupa di lingkungan Kementerian Agama Kota Batam ke Subdit 3 Krimsus Polda Kepri. Hal ini menunjukkan konsistensi organisasi dalam mengawal isu-isu dugaan penyimpangan, khususnya yang berkaitan dengan integritas birokrasi.

M. Sandi menilai, jika dugaan pemalsuan data ini benar terjadi, maka dampaknya sangat luas. Tidak hanya merugikan individu yang seharusnya berhak atas posisi tersebut, tetapi juga merusak kualitas sistem birokrasi dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.

“Praktik seperti ini tidak bisa dibiarkan. Selain merugikan orang lain, juga mencoreng integritas sistem seleksi ASN dan berdampak pada kualitas pelayanan publik ke depan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMA Negeri 5 Batam maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum dalam mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus ini.

Penulis : Tim/Zailani

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Etika Oknum ASN Dipertanyakan, Pemilik Bengkel di Gunungsitoli Merasa Dihina
Ketua Peradan Sumut Soroti Lambatnya Penanganan Kasus Pengeroyokan di Polres Asahan.
Tokoh Pemuda Kepulauan Nias Desak Polsek Lolowau dan Polres Nias Selatan Segera Proses Laporan Warga
Laporan Warga Tak Kunjung Ditindak, Bungkamnya Polres Nias Selatan Tuai Sorotan Publik
Somel Kayu Milik Oknum Kades di Toba Disorot, Izin dan Pajak Dipertanyakan
Laporan Dugaan Pengolahan Kayu Ilegal di Toba Belum Diterima, Mariana br Sinurat Soroti SOP Polres Toba
Pembangunan Jembatan Modular di Nias Barat Capai 51,5 Persen, Personel TNI Tetap Bergerak di Tengah Hujan dan Keterbatasan Alat
Pembangunan Jembatan Modular di Nias Utara Capai 14,8 Persen, Terkendala Material dan Cuaca Ekstrem
Berita ini 28 kali dibaca
Dugaan pemalsuan data dalam seleksi PPPK di SMA Negeri 5 Batam menjadi alarm serius bagi integritas sistem rekrutmen aparatur negara. Pelaporan ke Polda Kepri diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengungkap kebenaran, sekaligus memastikan bahwa keadilan dan transparansi tetap menjadi fondasi utama dalam setiap proses seleksi ASN di Indonesia.

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:29 WIB

Diduga Etika Oknum ASN Dipertanyakan, Pemilik Bengkel di Gunungsitoli Merasa Dihina

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:41 WIB

Ketua Peradan Sumut Soroti Lambatnya Penanganan Kasus Pengeroyokan di Polres Asahan.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:44 WIB

Tokoh Pemuda Kepulauan Nias Desak Polsek Lolowau dan Polres Nias Selatan Segera Proses Laporan Warga

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:44 WIB

Laporan Warga Tak Kunjung Ditindak, Bungkamnya Polres Nias Selatan Tuai Sorotan Publik

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:44 WIB

Somel Kayu Milik Oknum Kades di Toba Disorot, Izin dan Pajak Dipertanyakan

Berita Terbaru