Baru Direnovasi, Puskesmas Soposurung Retak: Dugaan Lemahnya Kualitas Proyek Menguat

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toba, Sumut // mabestv.com Bangunan UPT Puskesmas Soposurung di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, yang baru saja direnovasi pada awal 2026, kini menjadi sorotan publik. Belum genap hitungan bulan, sejumlah kerusakan fisik sudah terlihat jelas, memunculkan pertanyaan serius soal kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek. (06/05/2026)

Pantauan di lokasi, Jumat (5/5), menunjukkan adanya retak rambut pada beberapa bagian dinding. Tak hanya itu, cat pada sisi depan dan samping bangunan tampak mengelupas di berbagai titik. Kondisi ini dinilai tidak wajar untuk bangunan yang baru selesai dikerjakan.

Sejumlah warga yang datang berobat mengaku kecewa. Mereka menilai hasil renovasi tidak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Baru beberapa bulan direnovasi, tapi sudah retak-retak. Sayang anggarannya kalau cepat rusak,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Minimnya kualitas fisik bangunan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap aspek keselamatan dan kenyamanan layanan kesehatan. Puskesmas sebagai fasilitas publik seharusnya memenuhi standar konstruksi yang kokoh dan tahan lama, bukan justru menunjukkan tanda-tanda kerusakan dini.

Upaya konfirmasi kepada pihak UPT Puskesmas Soposurung belum membuahkan hasil. Kepala UPT tidak berada di tempat dan belum dapat dihubungi. Salah satu pegawai menyebutkan bahwa pimpinan sedang dinas luar.

Baca Juga:  Lestarikan Budaya Nusantara, Kutai Timur Gelar Pesta Adat Wehea “Lom Plai” 2026

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi terkait sumber anggaran renovasi, identitas kontraktor pelaksana, maupun nilai proyek. Padahal, sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, setiap pekerjaan konstruksi wajib memiliki masa pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa.

Kondisi ini memperkuat dugaan adanya kelemahan dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan proyek. Jika kerusakan terjadi dalam masa pemeliharaan, maka kontraktor wajib melakukan perbaikan tanpa tambahan biaya dari negara.

Dinas Kesehatan Kabupaten Toba sebagai pemilik proyek bersama inspektorat daerah didesak segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Transparansi menjadi kunci untuk menjawab keresahan publik, termasuk membuka dokumen teknis dan hasil pengawasan proyek.

Lebih jauh, masyarakat juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terhadap proyek renovasi tersebut, mengingat sumber pendanaan diduga berasal dari APBD. Evaluasi menyeluruh dinilai penting guna memastikan tidak terjadi pemborosan anggaran maupun potensi pelanggaran hukum.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pembangunan fasilitas publik bukan sekadar seremonial, melainkan menyangkut kualitas layanan dan keselamatan masyarakat. Jika sejak awal sudah menunjukkan kerusakan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya anggaran, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Penulis : Mariana sari br. Sinurat

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara
Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan
F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan
Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.
Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”
1.000 Lilin untuk Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Desak Kebenaran dan Keadilan Tak Boleh Terhenti
Diduga Kebal Hukum, Toko Berkedok Warung di KB 200 Kalideres Disorot: Obat Keras Diduga Dijual Bebas Tanpa Resep
Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa Mengemuka, Keluarga Desak Polda Sumut Buka Fakta dan Autopsi Ulang
Berita ini 43 kali dibaca
Kerusakan dini pada bangunan Puskesmas Soposurung yang baru direnovasi mengindikasikan adanya potensi masalah dalam kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek. Pemerintah daerah, dinas terkait, hingga BPK harus segera turun tangan untuk mengaudit, mengevaluasi, dan memastikan tanggung jawab pihak pelaksana ditegakkan demi menjaga kualitas pelayanan publik dan mencegah kerugian negara.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:56 WIB

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:30 WIB

F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”

Berita Terbaru