Gubernur Sumut Gelar Rapat Strategis Bersama Kepala Daerah se-Kepulauan Nias, Konektivitas Udara Jadi Sorotan

- Penulis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungsitoli // mabeatv.com Penguatan konektivitas transportasi dan percepatan penyelesaian berbagai persoalan strategis di Kepulauan Nias menjadi perhatian utama dalam rapat internal yang digelar Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama para kepala daerah se-Kepulauan Nias. (09/08/2026)

Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Desa Hilina’a, Kota Gunungsitoli, Sabtu (8/8/2026), dan dihadiri Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., Ketua Forum Koordinasi Kepala Daerah (Forkada) se-Kepulauan Nias yang juga Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., Bupati Nias Ya’atulo Gulo, S.E., S.H., M.Si., Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, S.Pd., M.IP., serta Bupati Nias Selatan Sökhiatulö Laia, bersama jajaran terkait.

Rapat tidak sekadar menjadi forum koordinasi rutin. Sejumlah persoalan yang selama ini berkaitan langsung dengan akses dan mobilitas masyarakat Kepulauan Nias dibahas secara serius, khususnya menyangkut konektivitas transportasi udara melalui Bandara Binaka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konektivitas Udara Jadi Kunci

Salah satu agenda utama adalah koordinasi bersama Otoritas Bandara Binaka dalam rangka memperkuat konektivitas transportasi udara di Kepulauan Nias.

Persoalan konektivitas menjadi isu penting karena akses transportasi memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pariwisata, perdagangan, investasi, pendidikan, pelayanan pemerintahan, hingga mobilitas masyarakat dari dan menuju Kepulauan Nias.

Bagi daerah kepulauan, transportasi bukan sekadar fasilitas pendukung pembangunan. Konektivitas merupakan urat nadi yang menentukan cepat atau lambatnya roda perekonomian dan pelayanan publik bergerak.

Karena itu, koordinasi lintas pemerintahan dinilai penting agar persoalan transportasi udara tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan kebijakan yang terukur.

Baca Juga:  Tiga Warga Digerebek Saat Diduga Pesta Sabu di Agam, Polisi Amankan Barang Bukti

Kepala Daerah se-Kepulauan Nias Satukan Langkah

Selain membahas konektivitas udara, rapat juga mempertemukan para Bupati dan Wali Kota se-Kepulauan Nias untuk membahas berbagai persoalan serta kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing.

Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyatukan pandangan dan memperkuat komunikasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan pemerintah daerah di Kepulauan Nias.

Berbagai persoalan daerah membutuhkan penanganan yang tidak berjalan sendiri-sendiri. Infrastruktur, konektivitas, pelayanan publik, pengembangan ekonomi, hingga kebutuhan dasar masyarakat memerlukan sinergi lintas pemerintah agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kondisi di lapangan.

Kepala daerah se-Kepulauan Nias diharapkan mampu membangun agenda bersama sehingga kepentingan pembangunan kepulauan tidak terfragmentasi berdasarkan batas administrasi masing-masing daerah.

Jangan Berhenti di Meja Rapat

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan Kepulauan Nias.

Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah kabupaten/kota diharapkan menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar pertukaran gagasan di ruang rapat.

Masyarakat Kepulauan Nias membutuhkan konektivitas yang semakin baik, pelayanan publik yang semakin cepat, serta pembangunan yang mampu menjawab persoalan nyata di lapangan.

Pemerintah Kota Gunungsitoli sendiri terus mendorong kolaborasi lintas pemerintahan untuk memperkuat konektivitas, mempercepat penanganan persoalan strategis daerah, serta meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan publik.

Dengan komunikasi dan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah provinsi dan seluruh kepala daerah se-Kepulauan Nias, berbagai persoalan strategis diharapkan dapat ditangani secara lebih terpadu.

Kini tantangannya bukan sekadar bagaimana membangun kesepahaman, tetapi memastikan setiap hasil rapat diterjemahkan menjadi kebijakan, program, dan tindakan nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat Kepulauan Nias.

Penulis : Avril Yunus Laoli

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara
Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan
F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan
Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.
Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”
1.000 Lilin untuk Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Desak Kebenaran dan Keadilan Tak Boleh Terhenti
Diduga Kebal Hukum, Toko Berkedok Warung di KB 200 Kalideres Disorot: Obat Keras Diduga Dijual Bebas Tanpa Resep
Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa Mengemuka, Keluarga Desak Polda Sumut Buka Fakta dan Autopsi Ulang
Berita ini 28 kali dibaca
Rapat internal Gubernur Sumatera Utara bersama kepala daerah se-Kepulauan Nias menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai persoalan strategis daerah, terutama penguatan konektivitas transportasi udara melalui Bandara Binaka. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias diharapkan tidak berhenti pada forum koordinasi, tetapi diwujudkan dalam kebijakan dan langkah konkret. Konektivitas yang kuat merupakan kunci untuk membuka akses ekonomi, pariwisata, investasi, pelayanan publik, serta mempercepat pemerataan pembangunan. Karena itu, masyarakat kini menanti tindak lanjut nyata dari hasil pembahasan, agar persoalan yang selama ini menjadi hambatan pembangunan Kepulauan Nias dapat segera mendapatkan solusi.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:56 WIB

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:30 WIB

F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”

Berita Terbaru