Kutai Timur // mabestv.com – 25 April 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara melalui penyelenggaraan Pesta Adat dan Budaya Wehea “Lom Plai” 2026 yang akan digelar pada Rabu, 22 April 2026, di Nehas Liah Bing.
Perhelatan budaya ini menjadi momentum penting dalam merawat identitas adat masyarakat Dayak Wehea yang telah diwariskan turun-temurun. Lom Plai merupakan tradisi sakral sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, sekaligus bentuk penghormatan terhadap alam, leluhur, dan keseimbangan kehidupan yang menjadi dasar filosofi masyarakat adat.
Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, keberadaan Lom Plai menjadi benteng budaya yang menegaskan bahwa adat istiadat bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan kekuatan moral dan jati diri bangsa yang wajib dijaga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Kutai Timur menegaskan bahwa pesta adat tersebut memiliki makna besar bagi daerah maupun bangsa secara luas.
“Pesta adat Lom Plai bukan sekadar perayaan, tetapi warisan budaya yang mencerminkan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam, dan jati diri masyarakat Kutai Timur. Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk datang dan menyaksikan langsung kekayaan budaya ini,” ujarnya.
Selain ritual adat yang sarat makna spiritual, Lom Plai 2026 juga akan diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, tarian khas daerah, atraksi budaya, hingga keterlibatan aktif masyarakat adat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kegiatan ini dinilai mampu menjadi penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Pemerintah daerah berharap ajang budaya ini semakin mengukuhkan Kutai Timur sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.
Melalui Lom Plai 2026, Kutai Timur mengirim pesan kuat kepada bangsa bahwa budaya leluhur adalah harta tak ternilai yang harus dirawat bersama. Saat banyak tradisi mulai tergerus zaman, masyarakat Wehea justru membuktikan bahwa adat tetap hidup, bermartabat, dan menjadi kebanggaan Nusantara.
Penulis : P. Haman
Editor : Redaksi














