Prabowo Panggil Menteri ESDM, Pastikan Energi Nasional Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta // mabestv.com  – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bergerak cepat merespons meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pada Senin, 27 April 2026, Presiden memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, guna memastikan kondisi energi nasional tetap aman, terkendali, dan tidak terganggu oleh situasi global.

Langkah cepat tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin rakyat dibayangi kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan bakar maupun pasokan energi nasional.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Menteri ESDM menegaskan bahwa stok dan kualitas energi nasional dalam kondisi aman. Ketersediaan BBM jenis solar maupun bensin dipastikan berada di atas batas minimum nasional, termasuk pasokan minyak mentah untuk kebutuhan kilang dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pemerintah memastikan jalur distribusi energi internasional, termasuk potensi gangguan di kawasan Selat Hormuz, hingga saat ini belum berdampak terhadap rantai pasok Indonesia.

“Negara hadir memastikan energi rakyat tetap tersedia dan stabil,” menjadi pesan kuat dari langkah strategis pemerintah saat ini.

Tak hanya fokus pada situasi jangka pendek, pemerintah juga mulai menyiapkan langkah besar mengurangi ketergantungan impor LPG. Saat ini kebutuhan LPG nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton.

Baca Juga:  Prabowo Saksi 10 MoU Strategis RI–Korea Selatan, Perkuat Arah Ekonomi Masa Depan

Untuk menjawab persoalan itu, pemerintah tengah memfinalisasi pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif energi rumah tangga dan industri yang dinilai lebih efisien serta berpotensi menekan impor.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan tiga strategi utama menghadapi ancaman krisis energi global, yakni :

  1. Mengoptimalkan lifting minyak dan gas bumi nasional.
  2. Mempercepat implementasi program biodiesel B50 guna menekan impor solar.
  3. Mengembangkan bahan bakar campuran bioetanol E20 untuk bensin.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo tidak hanya fokus menjaga stabilitas hari ini, tetapi juga membangun kemandirian energi untuk masa depan.

Dengan kombinasi langkah cepat, cadangan aman, serta transformasi energi nasional, Indonesia dipastikan siap menghadapi guncangan dunia tanpa harus bergantung penuh pada pasar luar negeri. Pemerintah mengirim sinyal tegas: energi nasional aman, rakyat tetap tenang.

Penulis : Redaksi

Sumber Berita: Setkab RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara
Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan
F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan
Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.
Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”
1.000 Lilin untuk Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Desak Kebenaran dan Keadilan Tak Boleh Terhenti
Diduga Kebal Hukum, Toko Berkedok Warung di KB 200 Kalideres Disorot: Obat Keras Diduga Dijual Bebas Tanpa Resep
Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa Mengemuka, Keluarga Desak Polda Sumut Buka Fakta dan Autopsi Ulang
Berita ini 21 kali dibaca
Langkah Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri ESDM menunjukkan keseriusan pemerintah menjaga ketahanan energi nasional di tengah gejolak Timur Tengah. Stok BBM dipastikan aman, distribusi stabil, serta strategi pengurangan impor melalui CNG, biodiesel B50, dan bioetanol E20 terus dipercepat. Pemerintah menegaskan Indonesia tidak hanya siap menghadapi krisis global, tetapi juga sedang menuju kemandirian energi nasional.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:56 WIB

Kasat Reskrim Polres Nias Benarkan 2 Tersangka, Dugaan Penggelapan dalam Jabatan Dijerat Pasal 488, Ancam 5 Tahun Penjara

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kejati Sumut Terima Laporan Dugaan Korupsi Revitalisasi SDN Muara Ampolu II, P2SP Mengaku Tak Dilibatkan hingga Polemik Dugaan Intimidasi Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:30 WIB

F.SPTI-K.SPSI Sumut Desak Kejati Evaluasi Kajari Karo dan Penuntut Umum dalam Perkara Rio Tarigan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:27 WIB

Pemko Gunungsitoli Dapatkan Anggaran Sebesar 8,6 Miliar Dari BKP Sumut Untuk Pembangunan Irigasi di Desa Afia dan Sekitarnya.

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Aksi Lilin di Lapangan Merdeka, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Kematian Diungkap Transparan: “Negara Harus Hadir!”

Berita Terbaru