Prabowo–Putin Bahas Energi hingga Investasi, Pertemuan 5 Jam di Kremlin Perkuat Arah Strategis RI–Rusia

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 03:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moskow, Rusia // mabestv.com — Presiden Prabowo Subianto langsung tancap gas setibanya di Rusia dengan agenda tingkat tinggi bersama Presiden Vladimir Putin. Pertemuan berlangsung di Istana Kremlin pada Senin (13/4/2026) siang waktu Moskow, dalam durasi maraton selama lima jam yang mencerminkan intensitas dan bobot pembahasan kedua negara.

Pertemuan diawali dengan sesi bilateral selama dua jam, sebelum berlanjut ke pertemuan tertutup empat mata selama tiga jam. Format panjang ini menegaskan bahwa pembicaraan tidak sekadar seremonial, melainkan menyentuh isu-isu strategis dan kepentingan jangka panjang kedua negara.

Dalam sesi bilateral, Indonesia dan Rusia menyepakati sejumlah poin penting. Di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), kedua negara sepakat memperkuat kerja sama jangka panjang, terutama dalam menjaga ketahanan energi nasional, termasuk pengelolaan migas serta percepatan hilirisasi industri. Kesepakatan ini dinilai krusial di tengah dinamika geopolitik global yang semakin mempengaruhi stabilitas energi dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kedua pemimpin juga mendorong keberlanjutan kerja sama di bidang pendidikan, riset teknologi, pertanian, serta investasi lintas sektor. Fokus utama diarahkan pada pembangunan industri di Indonesia, yang diharapkan mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional berbasis nilai tambah.

Baca Juga:  Kuasa Mamak Kepala Waris Tantang Bupati Solok Debat Terbuka, Sengketa Tanah Pusaka Tinggi Memanas

Secara geopolitik, Rusia merupakan mitra yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai negara dengan hak veto di Dewan Keamanan PBB dan anggota kunci dalam BRICS, posisi Rusia sangat strategis dalam percaturan global. Dukungan dan kemitraan dengan Rusia dinilai dapat memperkuat posisi tawar Indonesia di panggung internasional.

Pertemuan ini juga menegaskan kedekatan personal antara kedua pemimpin. Tercatat, Prabowo Subianto dan Vladimir Putin telah lima kali bertemu dalam satu tahun terakhir, termasuk pertemuan terakhir pada Desember lalu di Moskow. Intensitas komunikasi ini menjadi sinyal kuat bahwa hubungan bilateral RI–Rusia tengah memasuki fase yang lebih solid dan progresif.

Langkah diplomasi ini sekaligus menunjukkan arah baru kebijakan luar negeri Indonesia yang semakin aktif menjalin kemitraan strategis dengan kekuatan global, demi memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan memperluas peluang investasi di tengah ketidakpastian dunia.

Sumber Berita: Sekretaris Negara republik indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mabestv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias Senilai Rp88,4 Miliar Disorot, Transparansi dan Penerapan K3 Dipertanyakan
BPJS Ketenagakerjaan Gunungsitoli Gandeng Media dan Elemen Masyarakat, Perkuat Perlindungan Pekerja di Kepulauan Nias
Prabowo Pantau Arus Modal Global, Investor Internasional Makin Melirik Indonesia
Ketua ELDARA Desak Polda Sumut Turun Tangan, Soroti Dugaan Maraknya Peredaran Narkoba di Wilayah Hukum Polres Nias
KONFERCAB GMNI NIAS SELATAN SUKSES, YUSMAN TAFONAO TERPILIH PIMPIN ORGANISASI PERIODE 2026–2028
KMPK dan Mahasiswa Siap Kepung Pemko dan DPRD Batam, Soroti Dugaan Pemborosan APBD, Jackpot hingga Gudang Limbah B3
Perdamaian BPD dan Kades Marao Usai Laporan ke Kejatisu Dipertanyakan, Dugaan Transaksi Uang Jadi Sorotan
Dulu Laporkan ke Kejatisu, Kini Berdamai: Ada Apa di Balik Kasus Dana Desa Marao?
Berita ini 17 kali dibaca
Pertemuan intensif antara Prabowo Subianto dan Vladimir Putin di Istana Kremlin menegaskan penguatan hubungan strategis Indonesia–Rusia, terutama di sektor energi, investasi, dan pengembangan teknologi. Durasi panjang dan substansi pembahasan menunjukkan keseriusan kedua negara dalam membangun kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan. Dengan posisi Rusia sebagai kekuatan global dan anggota penting BRICS, langkah diplomasi ini mempertegas arah kebijakan luar negeri Indonesia yang semakin aktif dan pragmatis dalam memperluas kemitraan internasional guna memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:24 WIB

Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias Senilai Rp88,4 Miliar Disorot, Transparansi dan Penerapan K3 Dipertanyakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:36 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Gunungsitoli Gandeng Media dan Elemen Masyarakat, Perkuat Perlindungan Pekerja di Kepulauan Nias

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:29 WIB

Prabowo Pantau Arus Modal Global, Investor Internasional Makin Melirik Indonesia

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:02 WIB

Ketua ELDARA Desak Polda Sumut Turun Tangan, Soroti Dugaan Maraknya Peredaran Narkoba di Wilayah Hukum Polres Nias

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:28 WIB

KONFERCAB GMNI NIAS SELATAN SUKSES, YUSMAN TAFONAO TERPILIH PIMPIN ORGANISASI PERIODE 2026–2028

Berita Terbaru