Medan // mabestv.com — Dewan Pengurus Daerah Orahua Mado Bu’ulolo–Falaosa & Onombini’o (DPD OMB-FO) Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2029 resmi dilantik pada Minggu, 6 September 2026. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung GKB Karunia Ilahi, Jalan Jermal 12, Kota Medan. (07/08/2026)
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum OMB-FO, Agustinus Bu’ulolo, S.H., M.H., dan dihadiri jajaran dewan pembina, dewan pendiri, penasihat, anggota, serta para tamu undangan.
Mengusung tema, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia,” kepengurusan DPD OMB-FO Sumut yang baru menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi, mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan keluarga besar OMB-FO, sekaligus menjalankan amanah sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepengurusan Baru
Adapun susunan pengurus DPD OMB-FO Provinsi Sumatera Utara periode 2026–2029 yang dilantik yakni :
– Ketua: Arosökhi Bu’ulölö, S.H.
– Sekretaris: Orudugö Bu’ulölö
– Bendahara: Syukur Karunia Mendrofa, S.Kom.
Ketua DPD OMB-FO Sumut, Arosökhi Bu’ulölö, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepengurusan baru akan mengedepankan kolaborasi, baik di internal organisasi maupun dengan berbagai pihak, serta mendorong program-program yang memberikan dampak nyata.
“Pelantikan ini menjadi titik awal bagi kami untuk bergerak bersama. Kami berkomitmen menjadikan organisasi ini lebih inklusif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi seluruh anggota maupun masyarakat luas,” ujar Arosökhi.
Ia menegaskan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada pengurus bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata.
Ketua Umum : Bukan Sekadar Seremonial
Sementara itu, Ketua Umum OMB-FO, Agustinus Bu’ulolo, S.H., M.H., berharap pengurus yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan integritas, tanggung jawab, dan komitmen yang kuat.
Menurutnya, pelantikan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk memperluas peran dan kontribusi organisasi.
“Pelantikan ini merupakan langkah awal untuk melebarkan sayap organisasi, bukan sekadar seremonial semata, namun sebagai wujud kepedulian serta rasa tanggung jawab untuk menjalankan roda organisasi,” tegas Agustinus.
Ia juga menyatakan optimisme bahwa kepengurusan periode 2026–2029 dapat membawa semangat baru dan melanjutkan estafet kepemimpinan dengan lebih baik.
“Kami percaya kepengurusan periode ini memiliki semangat baru untuk membawa perubahan positif dan memegang tongkat estafet kepemimpinan dengan lebih baik,” ungkapnya.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar pengurus, penandatanganan berita acara serah terima jabatan, serta foto bersama. Sejumlah program kerja prioritas disebut akan mulai dijalankan dalam waktu dekat.
OMB-FO Soroti Kasus Kematian Winda Lorenza Gowasa
Di penghujung acara, suasana berubah menjadi lebih serius ketika keluarga besar OMB-FO menyampaikan keprihatinan terhadap kasus kematian salah satu anggota keluarga besar mereka, almarhumah Winda Lorenza Gowasa (WLG).
Ketua Umum OMB-FO, Agustinus Bu’ulolo, saat diwawancarai awak media mabestv.com menyatakan bahwa kasus tersebut menjadi perhatian bersama keluarga besar OMB-FO.
Agustinus meminta aparat penegak hukum untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut. Ia juga mendesak agar dilakukan ekshumasi dan autopsi ulang terhadap jenazah almarhumah guna memperoleh kejelasan mengenai penyebab kematian.
“Kematian saudara kita, almarhumah Winda Lorenza Gowasa, merupakan perhatian kita bersama,” ujar Agustinus.
Ia menambahkan, permintaan tersebut didorong oleh keinginan keluarga dan organisasi untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian WLG secara objektif.
OMB-FO juga meminta agar proses penanganan perkara dilakukan secara terbuka, transparan, dan objektif, sehingga seluruh pihak memperoleh kejelasan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pelantikan Jadi Momentum Konsolidasi
Pelantikan DPD OMB-FO Sumut periode 2026–2029 akhirnya bukan hanya menjadi momentum pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi keluarga besar OMB-FO untuk memperkuat persaudaraan, membangun kolaborasi, dan meningkatkan kontribusi organisasi di tengah masyarakat.
Dengan kepengurusan baru yang telah resmi dilantik, publik kini menanti sejauh mana komitmen perubahan yang disampaikan benar-benar diwujudkan melalui program kerja konkret.
Di sisi lain, sikap OMB-FO dalam mendorong transparansi terkait kasus Winda Lorenza Gowasa menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya ingin memperkuat hubungan internal, tetapi juga mengambil sikap terhadap persoalan yang menyangkut rasa keadilan dan kepentingan keluarga besar mereka.
Penulis : Harefali Giawa
Editor : Redaksi














