Nias // mabestv.com – Gelombang desakan terhadap evaluasi kinerja Kapolres Nias semakin menguat. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sejumlah kasus yang menyita perhatian publik dinilai belum menunjukkan titik terang dan memunculkan keresahan di tengah masyarakat.
Sorotan tajam tersebut disampaikan oleh Silsilah K.P.A Halawa, S.H., C.PP yang menilai penanganan perkara oleh aparat penegak hukum di wilayah Polres Nias belum memberikan kepastian hukum yang jelas kepada masyarakat. Senin (25/05/2026).
Menurutnya, terdapat sedikitnya tiga kasus besar yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya publik. Pertama, kasus warga diterkam buaya yang menimbulkan ketakutan masyarakat di wilayah pesisir. Kedua, penemuan mayat di Sungai Batoto, Kabupaten Nias Utara, yang dinilai belum memberikan kejelasan terkait penyebab kematian maupun perkembangan penyelidikan. Ketiga, kasus dugaan pembunuhan seorang siswi SMK di Kecamatan Alasa Talumuzoi yang sempat menghebohkan masyarakat Nias Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus siswi SMK tersebut sebelumnya menjadi perhatian luas setelah korban dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan meninggal dunia di aliran sungai dengan dugaan adanya unsur tindak pidana. Hingga kini, masyarakat masih menantikan kepastian hukum dan perkembangan penyelidikan dari aparat kepolisian.
Silsilah menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan transparansi serta langkah konkret dari aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara-perkara yang menjadi perhatian publik.
“Dalam satu bulan terakhir ada beberapa kasus besar yang belum terungkap secara jelas. Ini menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat terhadap kinerja Polres Nias. Kami meminta Kapolda Sumatera Utara mengevaluasi serius bahkan mencopot Kapolres Nias apabila tidak mampu memberikan rasa aman dan kepastian hukum kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menilai lambannya pengungkapan sejumlah kasus dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum di wilayah Nias.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum. Negara harus hadir memberikan rasa aman dan keadilan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya lagi.
Penemuan mayat di Sungai Batoto serta kasus kematian siswi di Alasa Talumuzoi disebut telah memicu kekhawatiran masyarakat terhadap situasi keamanan di Kabupaten Nias Utara. Warga berharap aparat kepolisian segera mengungkap fakta sebenarnya agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Sementara itu, pihak Polres Nias sebelumnya menyatakan bahwa sejumlah kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh tim Reserse Kriminal.
Penulis : Tim/red
Sumber Berita: Silsilah K.P.A Halawa














